Yuuuk join di Universitas Amikom dan nikmati keseruannya



Siapa yang tidak mengenal stadion legendaris Old Trafford Stadium? Ya! Ini adalah kandang klub raksasa Eropa, Manchester United. Stadion ini sangat terkenal akan arsitektur klasiknya. Akan tetapi arsitektur ini tetap mengikuti trend dan tidak ketinggalan zaman. Selain itu, stadion ini juga terkenal dengan tiang penyangga atap berwarna putih yang legendaris itu.

Akan tetapi di balik kemegahan Old Trafford Stadium, jarang sekali yang membahas mengenai salah satu tribun legendaris i dalam stadion ini. Tribun yang dimakhsud adalah tribun barat atau sering disebut "The Legendary Stretford End"


Sejarah Stretford End

Sebelum munculnya regulasi bahwa semua tribun di stadion Inggris harus memiliki tempat duduk, Stretford End adalah teras area berdiri yang sanggup menampung 20.000 penonton dan menghasilkan suara memekakkan telinga yang mampu mengintimidasi tim dan supporter lawan. Para supporter yang berdiri di tempat ini adalah supporter dengan suara terkeras di Britania. Bahkan, pernah diadakan pengukuran tingkat kebisingan suara penonton melebihi kebisingan pesawat Jumbo Jet yang sedang lepas landas. Inilah yang menjadikan Stretforf End sangat terkenal dan membuat mental tim manapun yang bertandang ke Old Trafford menjadi tertekan dengan chant-chant yang terus dinyanyikan.


Setelah munculnya keharusan semua tribun memiliki tempat duduk, maka Stretford End berubah menjadi tribun dua tingkat. Karena regulasi ini pula pada tahun 1964 United membangun bangku penonton bertingkat terbesar di Inggris saat itu dengan 10.000 kursi dan 55 area boks khusus area VIP pertama di antara stadion-stadion Eropa lainnya.


Dengan tambahan kursi di Stretford End ini tidak menghambat para fans untuk tetap mendukung tim tercinta. Para supporter fanatik yang biasanya tergabung dalam Red Army atau Intercity Jibbers sering kali memilih untuk duduk di tingkat bagian atas. Oleh karena itu, tak jarang ketika terjadi siaran televisi suara-suara chants dari penghuni Stretford End yang biasanya terlihat di bagian kiri layar televisi ini bahkan masuk ke rekaman televisi.


Namun, akhir-akhir ini suara di Stretford End kian melemah mengingat penghuni utama Stretford End adalah Red Army atau Intercity Jibbers yang sangat membenci Malcolm Glazer, pemilik Manchester United.

Para pendukung ini enggan hadir dengan alasan ketika mereka membeli tiket stadion, maka mereka sama saja dengan memperkaya Glazer yang sangat mereka benci itu. Bahkan dalam beberapa laga, supporter tandang Manchester United berjumlah lebih banyak daripada supporter kandangnya. Sir Alex Ferguson, manajer legendaris United, pernah menyinggung hal ini dengan mengatakan Old Trafford "mirip dengan pemakaman" karena kurangnya tensi dan dukungan dari tribun penonton. Sungguh ironis melihat kondisi Stretford End yang sekarang ini.


Demikian adalah sejarah singkat mengenai tribun Old Trafford yang biasa dikenal dengan Stretford End. Apapun yang terjadi di Stretford End saat ini tidak akan menghapus sejarah panjang dari tribun legendaris itu.