Haayyuuuk belajar IT bareng di Universitas Amikom Yogyakarta


European Super League (ESL) baru-baru ini menjadi sorotan dunia. Bagaimana tidak? Pasalnya liga yang dibuat tanpa persetujuan FIFA dan UEFA ini beranggotakan klub-klub elit Eropa yang dinilai akan menandingi bahkan menggusur pamor Liga Champion (UCL). Sejauh ini 12 tim elit benua biru telah tercatat sebagai pendiri kompetisi. Mereka adalah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur.

Sejak awal mula desas desus pembentukan liga ini, UEFA sebagai pemegang kekuasaan tertinggi sepak bola Eropa sudah dengan keras menentangnya. Bahkan kini UEFA secara resmi telah mengeluarkan ancaman bagi tim-tim yang nekat ikut berpartisipasi dalam perhelatan ini. Isi ancaman UEFA sebagai berikut:

  1. Tim peserta European Super League akan didenda dan dikeluarkan dari Asosiasi Sebak Bola negara asal mereka sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik.
  2. Tim peserta European Super League dilarang mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA, yakni Liga Champions (UCL), Liga Europa (UEL), Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Aantarklub.
  3. Pemain dari tim peserta European Super League dilarang membela tim nasional negara masing-masing.
Ancaman-ancaman yang dikeluarkan UEFA tersebut memang nampak sangat merugikan klub, terlebih para peserta USL adalah klub-klub yang sudah akrab dengan Liga Champions.


Manchester United keluar dari USL Fans Gembira

Baru-baru ini sebuah berita gembira disuarakan oleh salah satu peserta ESL, Manchester United. Dilansir dari laman Facebook utama The Red Devils, terdapat sebuah pernyataan seperti di bawah ini:

Dalam postingan tersebut Manchester United menyatakan telah keluar dan tidak akan mengikuti European Super League. Kabar ini sontak menimbulkan berbagai respon positif dari para fans yang memang menentang keras ESL. Lalu kenapa banyak pihak menentang ESL? Berikut adalah beberapa alasan yang telah kami rangkum untuk Anda.

  • ESL mengancam eksistensi Champions League
Seperti yang sudah diterangkan di atas, dengan adanya ESL, UCL akan kehilangan pamor karena kehilangan banyak tim elit yang berpartispasi. Hal ini sangat disayangkan para fans termasuk fans Manchester United dengan sejarah panjang klub bersama UCL.


  • Format kompetisi 
Selain karena merusak pamor UCL, format kompetisi dari ESL ini dinilai tidak memenuhi asas utama sepakbola, yaitu fairplay. Kompetisi ESL rumornya akan menggunakan format dimana para klub pendiri kompetisi ini akan selalu mengikuti kompetisi dan tidak dapat terdegradasi walaupun kondisinya sedang sangat terpuruk. Selain itu, tidak ada keterangan jelas bagaimana kriteria sebuah tim bisa masuk ke dalam kompetisi ini. 

Legenda Manchester United, Garry Neville pun tak ketinggalan menanggapi hal ini. "Arsenal dan Tottenham tidak tampil di Liga Champions musim ini. Mereka tim yang sangat kacau sekarang. Apakah mereka mendapat hak tampil di ESL itu dari Tuhan?" Ucap Neville yang dengan pedas menyindir format kompetisi ESL.


  • Hanya memburu uang
Baru-baru ini petinggi Real Madrid, Florentino Perez, yang merupakan salah satu penggagas ESL mengakui bahwa salah satu tujuan ESL adalah untuk mengembalikan kerugian finansial yang dialami klub selama pandemi Covid-19. Tentu saja hal ini menyulut kemarahan para supporter, terutama supporter Manchester United. Supporter United memang telah lama memiliki masalah seputar finansial klub. Para fans sudah mengutuk keras keluarga Glazer yang dipandang menggunakan Manchester United untuk memperkaya diri sendiri. Banyak kontroversi telah terjadi. Bahkan kepindahan CR7 ke Real Madrid juga dipercaya ulah Glazer yang ingin meraup banyak keuntungan.

Melihat deretan panjang masalah yang dialami fans Manchester United, ESL seolah menjadi penyulut kemarahan yang sudah lama tak keluar. Garry Neville lagi-lagi memberikan ucapan pedasnya menanggapi hal ini. Ia mengatakan "Saya tidak menentang uang dalam sepak bola, Namun prinsip utama sepak bola dalah persaingan yang adil. Prinsip itu membuat tim seperti Leicester City bisa juara Liga Inggris dan lolos ke Liga Champions". Neville juga menambahkan "Sepak bola adalah olahraga terbesar di dunia dan ESL adalah tindak kriminal terhadap para penggemar. Ini murni keserakahan, mereka (pemilik 12 tim pendiri ESL) pengkhianat!"

Itu tadi adalah beberapa alasan yang menyebabkan para fans marah besar terhadap perhelatan ESL ini. Maka, mundurnya Manchester United dari ESL disambut dengan sangat gembira oleh fans Red Devil. Tetapi nampaknya bukan hanya fans United yang bangga. Pasalnya 6 tim Liga Inggris yang menjadi pendiri ESL juga mengundurkan diri dari perhelatan tersebut.