Kabar Manchester United keluar dari European Super League Disambut Bahagia Para Fans
Haayyuuuk belajar IT bareng di Universitas Amikom Yogyakarta
European Super League (ESL) baru-baru ini menjadi sorotan dunia. Bagaimana tidak? Pasalnya liga yang dibuat tanpa persetujuan FIFA dan UEFA ini beranggotakan klub-klub elit Eropa yang dinilai akan menandingi bahkan menggusur pamor Liga Champion (UCL). Sejauh ini 12 tim elit benua biru telah tercatat sebagai pendiri kompetisi. Mereka adalah AC Milan, Arsenal, Atletico Madrid, Chelsea, Barcelona, Inter Milan, Juventus, Liverpool, Manchester United, Manchester City, Real Madrid, dan Tottenham Hotspur.
Sejak awal mula desas desus pembentukan liga ini, UEFA sebagai pemegang kekuasaan tertinggi sepak bola Eropa sudah dengan keras menentangnya. Bahkan kini UEFA secara resmi telah mengeluarkan ancaman bagi tim-tim yang nekat ikut berpartisipasi dalam perhelatan ini. Isi ancaman UEFA sebagai berikut:
- Tim peserta European Super League akan didenda dan dikeluarkan dari Asosiasi Sebak Bola negara asal mereka sehingga tidak bisa mengikuti kompetisi domestik.
- Tim peserta European Super League dilarang mengikuti kompetisi di bawah naungan UEFA dan FIFA, yakni Liga Champions (UCL), Liga Europa (UEL), Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Aantarklub.
- Pemain dari tim peserta European Super League dilarang membela tim nasional negara masing-masing.
Manchester United keluar dari USL Fans Gembira
Baru-baru ini sebuah berita gembira disuarakan oleh salah satu peserta ESL, Manchester United. Dilansir dari laman Facebook utama The Red Devils, terdapat sebuah pernyataan seperti di bawah ini:
Dalam postingan tersebut Manchester United menyatakan telah keluar dan tidak akan mengikuti European Super League. Kabar ini sontak menimbulkan berbagai respon positif dari para fans yang memang menentang keras ESL. Lalu kenapa banyak pihak menentang ESL? Berikut adalah beberapa alasan yang telah kami rangkum untuk Anda.
- ESL mengancam eksistensi Champions League
- Format kompetisi
Legenda Manchester United, Garry Neville pun tak ketinggalan menanggapi hal ini. "Arsenal dan Tottenham tidak tampil di Liga Champions musim ini. Mereka tim yang sangat kacau sekarang. Apakah mereka mendapat hak tampil di ESL itu dari Tuhan?" Ucap Neville yang dengan pedas menyindir format kompetisi ESL.
- Hanya memburu uang
Melihat deretan panjang masalah yang dialami fans Manchester United, ESL seolah menjadi penyulut kemarahan yang sudah lama tak keluar. Garry Neville lagi-lagi memberikan ucapan pedasnya menanggapi hal ini. Ia mengatakan "Saya tidak menentang uang dalam sepak bola, Namun prinsip utama sepak bola dalah persaingan yang adil. Prinsip itu membuat tim seperti Leicester City bisa juara Liga Inggris dan lolos ke Liga Champions". Neville juga menambahkan "Sepak bola adalah olahraga terbesar di dunia dan ESL adalah tindak kriminal terhadap para penggemar. Ini murni keserakahan, mereka (pemilik 12 tim pendiri ESL) pengkhianat!"
Itu tadi adalah beberapa alasan yang menyebabkan para fans marah besar terhadap perhelatan ESL ini. Maka, mundurnya Manchester United dari ESL disambut dengan sangat gembira oleh fans Red Devil. Tetapi nampaknya bukan hanya fans United yang bangga. Pasalnya 6 tim Liga Inggris yang menjadi pendiri ESL juga mengundurkan diri dari perhelatan tersebut.





Posting Komentar
0 Komentar